Di depanmu, aku malu memandangmu. Di depan Tuhanku, terang-terangan ku memintamu.
Memori itu akan selalu ada. Tapi kan kita ga hidup di dalam kenangan.
Mempertahankan, melepaskan. Hati yang pernah patah selalu tau mana yang harus terjadi.
Tak sabar melihatmu nanti, apa kau akan tersenyum lagi?
karena tahu terlalu banyak dan berusaha untuk tahu terlalu detail itu, perih Jendral !
Suka banget sih tiba-tiba dateng, tiba-tiba pergi, tiba-tiba muncul, tiba-tiba hilang, tiba-tiba bikin seneng, tiba-tiba bikin sedih.
…nyaman itu sederhana. ketika dingin bertemu hangat. ketika sendiri bertemu kamu. seperti selimut, memeluk erat. aman. hangat. ” - endah
Ada beberapa kejadian yang berusaha kita lupakan mati-matian, dan mungkin berhasil. Kita lupa kejadiannya tapi masih inget rasanya.
Bukan Tuhan yang tak adil, tapi jiwa kita yang masih terlalu kerdil.
Bukan Tuhan yang tak Maha Kasih, justru jiwa yang tak tahu terima kasih.
Bukan Tuhan yang pelit, tapi nurani kita yang mungkin berpenyakit.
Sehingga berjuta karunia seolah tiada. Bermiliar anugerah jadi tak terasa.